DIALOG DENGAN CERMIN SEBELUM SANG CERMIN JATUH PINGSAN DAN TERBURAI BERKEPING-KEPING
Cermin : kuminta kau segera menyingkir dari hadapanku secara baik-baik.
Aku : kenapa?
Cermin : Aku sudah jengah melihatmu.
Aku : Alasannya?
Cermin : Kamu tampak buruk di hadapanku.
Aku : Justru aku selalu ke sini untuk berdandan.
Cermin : Ya, dan tak pernah merubah citra dirimu.
Aku : Memang aku kenapa?
Cermin : Memuakkan.
Aku : Itu belum memberi penjelasan.
Cermin : Ok, kujelaskan.
Aku : Singkat saja, waktuku tak banyak.
Cermin : Kamu mengaku seniman tapi malas dan tak konsisten lagi, kau bukan lagi dirimu yang dulu.
Aku
: Oh..., itu kulakukan demi mempertahankan status yang kusandang
sekarang. Jika tidak, aku bakal tak menjadi siapa-siapa di dunia ini.
Cermin : Status? apa itu?
Aku : Ya..., semacam jabatan atau semacam pengakuan publik.
Cermin : Lalu status atau jabatan apa yang kau sandang sekarang hingga menjadikanmu berubah 180 derajat ?!?
Aku : (MEMBUSUNGKAN DADA) Aku...., Presiden Seniman Gadungan Indonesia. Aku mampu mempertahankan ini selama 12 tahun.
Siswo Nurwahyudi
Bojonegoro, 05092017
________________________________________________________________________________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar