DONGENG
MISTERI DESA CERUK BAJUL
Penulis : Siswo Nurwahyudi
1. KEAJAIBAN DESA CERUK BAJUL
Sekilas tak ada yang aneh dengan desa
itu, masyarakatnya hidup dengan damai dan sangat makmur. Hebatnya, sebagai
sebuah desa yang secara geografis letaknya sangat terpencil tetapi memiliki
sarana prasarana yang terbilang mewah dan lengkap. Ada hotel berbintang empat, 6
kolam renang yang eksotik, villa-villa dan paviliun-paviliun dengan desain unik
bertebaran, restoran-restoran yang berkelas, sebuah mall plus dua minimarket,
sebuah rumah sakit kelas satu bertaraf internasional, enam bangunan rumah
ibadah yang semuanya megah dengan kekhasan arsitektur yang unik dan indah
selaras dengan ciri-ciri simbol filosofis dari keyakinan agama masing-masing, sebuah
terminal bus sekelas bandara internasional, jalan dan lorong-lorong yang
beraspal mulus, dua track kereta gantung melintasi desa dari ujung utara hingga
ujung selatan. Dan beberapa fasilitas olah raga outdoor maupun indoor. Desa ini hanya memiliki tiga pintu keluar-masuk, pertama: melalui terminal bus di puncak bukit
utara kemudian dilanjutkan dengan naik kereta gantung melintas di atas desa
yang berujung di terminal menara ±200 meter sebelum air terjun di kaki bukit
selatan; kedua: melalui jalan setapak yang berkelok-kelok di tengah hutan menuruni
bukit di bawah jalur kereta gantung dengan resiko bertemu binatang buas atau
ular berbisa; ketiga: menggunakan helikopter dengan hellipad di atas Hotel
berbintang empat.
Uniknya lagi jika kita melintasi desa
dari ketinggian (dari kereta gantung atau dengan helikopter) maka kita akan
melihat tata ruang desa yang mirip dengan jaring laba-laba, jalan-jalan dan
lorong lorongnya membentuk garis-garis jaring laba-laba dimana letak semua
bangunan baik rumah penduduk maupun bangunan yang lain semua mengikuti garis
jaring dengan bangunan kantor desa tepat berada di pusat jaring. Semua garis
terluar akan terhenti di hamparan persawahan yang luas mengelilingi desa.
Sungguh suatu pemandangan yang unik dan mengagumkan. Desa ini memang memiliki wilayah
yang sangat luas, dikelilingi perbukitan hijau dengan sebuah air terjun yang
indah di ujung bukit selatan. Air terjun ini kemudian mengalirkan airnya
membentuk sebuah sungai dangkal yang berliku dan berarus deras kemudian ujung
sungai berakhir menghilang jatuh masuk di sebuah lubang di kaki bukit sebelah
timur. Belum ada penelitian yang memastikan ke mana air sungai itu menghilang,
tetapi para ahli meyakini bahwa air sungai itu masuk ke dalam sungai di bawah
tanah. Lingkaran bukit hijau membuat desa ini seperti sebuah cawan dengan
keindahannya yang menawan. Keramahan penduduknya sudah sangat termasyhur, tak
ada duanya di belahan dunia manapun. Tingkat keamanan dan kenyamanan yang
terjamin akan membuat para pelancong betah berlama-lama.
Namun siapa sangka kalau desa ini
menyimpan cerita yang mengerikan di masa lalu. Dahulu kala desa ini adalah
tempat sarang penyamun, gerombolan perampok yang paling keji dan ditakuti yang menamakan
diri gerombolan ‘Bajul Ireng’ (:Buaya Hitam). Di desa inilah mereka aman
bersembunyi dari kejaran pasukan negara serta musuh-musuh mereka. Letaknya yang
dikelilingi perbukitan dengan lebatnya hutan menjadi benteng alami yang akan
menyulitkan siapa saja untuk menembusnya. Nah, dari nama ‘Bajul Ireng’ dan
lokasi desa yang berbentuk cawan inilah kemudian desa ini bernama desa ‘CERUK
BAJUL’ yang artinya : cekungan tempat para buaya.
Memang dulunya Ceruk Bajul adalah desa
terpencil dan sepi. Ditambah lagi oleh mitos yang menakutkan membuat siapa saja
akan berpikir seribu kali untuk memasuki wilayah Ceruk Bajul. Hingga suatu saat
ada seorang wartawan asing yang mengabarkan cerita tentang keunikan desa Ceruk
Bajul. Dalam 5 seri laporannya wartawan itu menuturkan ia sempat tinggal selama
tiga tahun di Ceruk Bajul dan sering mengunjunginya setiap ada kesempatan. Diceritakan
oleh si wartawan itu bahwa desa Ceruk Bajul adalah sebuah desa yang benar-benar
telah terkutuk, siapapun yang memasuki desa itu tak bisa luput dari kutukan.
“Jika anda adalah orang suci maka datanglah ke sana, anda akan menemukan
kedamaian jiwa raga yang tiada tara. Tetapi jika anda bukan orang baik-baik
saya anjurkan untuk tidak datang ke Ceruk Bajul.” Begitu tulisnya di salah satu
seri laporannya. Kemudian ditambahkan di akhir seri laporannya ia menulis : ”Jika
anda adalah seorang pendosa yang berjiwa petualang sejati maka datanglah ke
Ceruk Bajul dan rasakan sensasi kutukan yang merasuki tubuhmu, karena memang
kutukan Ceruk Bajul hanya menyerang para pendosa saja. Saya berdoa semoga
akibat dari kutukan itu tak membuatmu menderita seumur hidup, seperti
penderitaan yang akan segera menimpa hidupku dalam beberapa hari nanti”,
demikian kalimat penutup dalam laporannya.
Sayang, setelah seluruh seri laporannya
diterbitkan, sang wartawan menghilang secara mistertius. Terakhir kali ada yang
melihat pada suatu siang ia bergegas masuk kedalam apartemennya dan tak pernah
keluar lagi. Keesokan harinya, pintu kamar apartemennya terpaksa didobrak sebab
dari dalam terdengar suara anjing menggonggong terus-menerus sehingga suara
anjing itu sangat mengganggu para tetangga. Setelah apartemennya terbuka
wartawan itu tidak ditemukan, hanya ada seekor anjing warna abu-abu berjenis
kelamin jantan dengan jenis ras yang belum diketahui. Kapan anjing itu dibawa
masuk tidak ada yang tahu, yang jelas peraturan di apartemen itu melarang
memelihara hewan apapun. Tetapi justru karena usai membaca seluruh seri dalam
laporan si wartawan asing itu, ditambah issu hilangnya sang wartawan secara misterius
membuat banyak orang penasaran. Mulailah ada orang asing yang datang
berkunjung ke desa Ceruk Bajul, ada yang datang seorang diri, berdua atau bertiga
maupun dengan rombongan dalam jumlah yang banyak, sementara yang domestik belum
ada yang berani.
Nah, dari cerita ke cerita yang dibawa
oleh para pelancong asing ketika kembali ke negara asalnya, nama desa Ceruk
Bajul semakin populer dan membuat banyak orang semakin penasaran untuk datang
ke desa unik itu. Semakin lama desa Ceruk Bajul tak pernah sepi dikunjungi para
pelancong, termasuk pelancong domestik yang mulai berani datang ke sana. Maka
dimulailah era baru di Ceruk Bajul, setahap demi setahap dibangunlah
fasilitas-fasilitas yang dirasa diperlukan untuk menampung dan memanjakan para
wisatawan. Bagi masyarakat Ceruk Bajul para turis adalah tamu mereka, dan di
Ceruk Bajul siapapun tamunya wajib dijamu dan dihormati. Pendek kata, jangan
sampai para tamu itu dikecewakan karena akan berakibat datangnya kutukan yang
mungkin tidak mereka sadari. Semua bisa dinikmati gratis, baik layanan kamar,
makanan di restoran, maupun layanan kesehatan di rumah sakit. Anggaran untuk
itu semua berasal dari dana kas desa dan bantuan hibah tanpa syarat dari
berbagai lembaga maupun perorangan baik dari dalam ataupun luar negeri. Apalagi
ketika Desa Ceruk Bajul sudah diputuskan menjadi desa cagar budaya dan dinyatakan
sebagai salah satu kekayaan budaya dunia, bermacam bantuan terus mengalir dalam
berbagai bentuk.
Dari cerita-cerita yang mereka bawa
pulang melahirkan ‘histeria’ baru yang sangat populer seantero jagat : “AKU
CINTA KUTUKANMU”. Slogan: “AKU CINTA KUTUKANMU” melekat erat dengan desa Ceruk
Bajul, terpampang besar di gerbang masuk desa dan hampir di setiap hotel dan
restoran di Ceruk Bajul, juga di produk-produk suvenir. Bahkan sering pula
digunakan sebagai ungkapan oleh orang yang sedang kasmaran dengan makna yang
berbeda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar