PUISIKU LUKA DI PADANG AKSARA


AKU PUISI LUKA DI LADANG AKSARA

melewati pematang panjang, aku di ladang aksara
kaki yang senantiasa telanjang, meniti dengan hati
jiwa dan rasa menjelma anai-anai, tajam kugenggam
sebatang demi sebatang kata, kupetik sepenuh kasih
diriku menjadi keranjang tua, nampak renta dan kusam
tersendiri, tegak teronggok entah bahagia entah sedih
di langit, awan dan angin bergumul bergambar-gambar

(di sudut ladang, aku yang sebentar lupa melafal-Mu
seperti penari liar yang mabuk, kulepas semua sesak)

dalam igauan pulang, aksara-aksaraku bernyanyi
tentang hamparan manusia bermulut api
tentang segala tahi yang bertabur caci-maki
tentang pekat udara penuh peri dan benci
tentang segala dusta dunia, apa pula ini
sementara kakiku tetap meniti jalanan penuh mimpi
tentang indahnya menyelamatkan negeri ini

dan di televisi, baku serapah semakin menjadi
dan di sekitarku, orang-orang terus saja menimbun api

Bojonegoro, 30102018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar