#2 NASKAH DRAMA : IDEO(T)OGI TANDA PETIK

 NASKAH DRAMA
IDEO(T)LOGI TANDA PETIK

Karya : Siswo Nurwahyudi



(Bagian 2)


034.  WALIKOTA :

(P-2) Sialan. Wartawan sialan. Tidak tahu apa, semalam aku sudah turun memantau langsung di lapang?

 

035.  AJUDAN :

(P-2) (KEPADA WALIKOTA) Mungkin sekarang waktunya Bapak bicara di depan para wartawan.

 

036.  WALIKOTA :

(P-2) Saya kira belum. Sebelum semua laporan saya anggap cukup, tutup rapat pintu untuk mereka. Yang penting pastikan dulu semua pengungsi cukup makan, baru saya akan temui para wartawan langsung di tempat pengungsian.

 

037.  RELAWAN :

(P-1) (BANGUN DARI TIDUR) Ada perintah Ndan? Maaf , saya tertidur terlalu lama. Oh ya, bantuan logistik masih belum ada ya Ndan?

 

038.  WALIKOTA :

(P-2) (KEPADA DAN SATGAS) Perintahkan bantuan logistik secepatnya. Pastikan semua bantuan aman sampai kepada yang berhak.

 

39.    RELAWAN :

(P-1) (MASUK) Lapor Ndan. Bantuan logistik tertahan dan dibongkar di posko milik front ormas. Mereka bersikeras dan memaksa. Tetapi satu armada logistik berhasil kita amankan.

 

040. DAN SATGAS  :

(P-2) Lapor bapak Walikota, bantuan logistik dibajak relawan dari front ormas. Tidak semuanya, hanya sebagian, tetapi ini mengacaukan masterplan pengorganisasian dan kerja pemetaan di lapang.

 

041.  WALIKOTA :

(P-2) Oh begitu? Emm… biar saja mereka ambil. Jangan ada tindakan. Perintahkan kirim logistik lagi, amankan, dan cegah orang-orangmu berkonflik dengan mereka di lapang.

 

042.  WARTAWAN :

(P-1) (MENUNJUKKAN ID CARD KEPADA DAN POSKO) Tugas reportase Ndan. Satu pertanyaan, bagaimana bisa bantuan logistiknya terlambat? Semua pengungsi sudah mengeluh.

 

043.  DAN POSKO :

(P-1) Pertanyaan yang membosankan. Oh, maaf, itu tadi off the record. Tulis saja, bantuan logistik sedang dalam proses diurus oleh Satgas Pusat. Kami di posko lapangan sudah menyiapkan segala sesuatunya sesuai protap. Sekarang dapur umum sudah bekerja, siap melayani pengungsi. Petugas kesehatan kami juga sudah bekerja sesuai tupoksi. Sesuai perintah Walikota, keselamatan jiwa masyarakat adalah prioritas utama. Walikota sedang bersiap meninjau langsung situasi di lapangan. Silakan menunggu dan bertanya langsung kepada beliau nanti.

 

044.  KETUA RW :

(P-1) (MASUK. KEPADA DAN POSKO) Lapor Ndan, saya ketua RW mewakili warga saya. (MENYERAHKAN BERKAS DATA)  Semua sudah saya catat lengkap di sini. Mohon secepatnya ditindaklanjuti.

 

045.  WARTAWAN :

(P-1) (KEPADA KETUA RW) Jadi anda adalah ketua RW. Apa benar anda ini ketua RW? Maaf, saya hanya ingin memastikan kebenarannya saja. Sebab dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini banyak orang mengaku-aku untuk keuntungan pribadi.

 

046.  KETUA RW :

(P-1) Maaf, anda siapa?

 

047. WARTAWAN :

(P-1) Saya wartawan.

 

048.  KETUA RW :

(P-1) Apa benar anda wartawan?

 

049.  WARTAWAN :

(P-1) (MENUNJUKKAN ID CARD) Ya, benar. Saya wartawan.

 

050.  KETUA RW :

(P-1) (NYINYIR KE WARTAWAN) Maaf, saya belum bisa mempercayai anda. Sebab dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini banyak orang mengaku-aku untuk ambil keuntungan pribadi. (KEPADA DAN POSKO) Saya pamit dulu Ndan. Terima kasih atas semua bantuan kepada warga saya.

(EXIT SAMBIL NYENGIR MELIRIK KE WARTAWAN YANG SEWOT)

 

051.  OPERATOR :

(P-2) Lapor, situasi di lapang sudah terkendali dengan baik. Kondisi logistik sementara cukup aman untuk dua hari ke depan.

 

052.  WALIKOTA :

(P-2) Bagus. (KEPADA AJUDAN)  Kita sekarang turun ke lapang. Segera siapkan segala sesuatunya. Periksa dengan teliti. Saya tidak mau ada celah sedikitpun yang bisa dimanfaatkan orang untuk menyerang saya. Terutama para wartawan. Kita berangkat sekarang. Yang lain tetap disini. Tetap

bertugas. Jangan ada yang meninggalkan tempat. Oke, Selamat pagi.

(EXIT. DIIKUTI AJUDAN).

 

053.  RELAWAN :

(P-1) (MENERIMA VIDEO CALL DI HP)

Selamat pagi sayang. Sudah mandi belum? Mandi dong biar cakep. Iya, Ayah pasti pulang. Ayah masih kerja, kalau pulang pasti dibawain oleh-oleh. Bantu Bunda jaga adik baik-baik ya. Belum tahu Ayah pulangnya kapan sayang. Pasti Ayah akan pulang kalau kerja sudah selesai. Kamu yang pinter ya, jangan nakal, kasihan Bunda kalau kamu nakal. Iya, Ayah janji, kalau pulang kita akan jalan-jalan lagi. Sudah sayang ya. Daaag… sayang… Muah…muah…!

 

054.  DAN SATGAS :

(P-2) (MENERIMA TELEPON DI HP) Hallo, ada apa sayang? Papa masih sibuk di posko sayang. Tapi Papa masih sibuk. Nanti sore saja ya. Kalau hanya ke mall kan bisa pergi sendiri. Atau minta ditemenin Mama kan bisa. Bagaimana sayang? Oh, begitu? Sebentar ya, Papa nanti telfon Mama dulu biar….. halo…, halo sayang… Kok ditutup?

(MENELPON LAGI) Hallo Mama. Mama di mana? Oh, jadi Mama ada jadwal di sana. Nanti habis fitness bisa nggak nemenin si bungsu belanja ke mall? Aduh. kenapa nggak bisa Ma? Ini situasi lagi genting, Papa belum bisa pulang. Tolong Ma, sebentar saja masa nggak bisa? Ma…, Mama…, hallo….hallo… Ahh, brengsek.

(KEPADA SEORANG STAFF)  Tolong, kendali posko sementara saya serahkan ke kamu. Saya mau pulang dulu. Kalau nanti Bapak tanya, sampaikan saja saya pulang sebentar mau ganti baju.

(BERGEGGAS BERKEMAS DAN PERGI TANPA PAMIT. EXIT)

 

055.  DAN POSKO :

(P-1) (KEPADA PARA RELAWAN)  Semua relawan, kumpul sekarang.

 

(P-1) : DENGAN SIGAP PARA RELAWAN BERKUMPUL BERBARIS DI DEPAN POSKO.

 

056.  DAN POSKO :

(P-1) Semuanya, siaaap.. grak! Setengah lencang kanan, grak! Istirahat di tempat, grak! Baik saudara-saudara. Saya ucapkan terima kasih, saudara- saudara semua telah melaksanakan tugas dengan sangat memuaskan. Saya ingin prestasi ini dipertahankan. Berikutnya saya sampaikan, bahwa bapakWalikota sedang OTW meninjau lapangan. Jadi mohon dipersiapkan dan dikondisikan sebaik-baiknya. Jaga reputasi kita dan jaga nama baik kita di hadapan beliau. Ini perintah, segera laksanakan. Siap, grak! Bubar, jalan!

 

(P-1) : SEMUA RELAWAN BERKEMAS DAN BERGERAK DENGAN GESIT (EXIT) MENINGGALKAN KOMANDAN POSKO DAN WARTAWAN.

 

057.  WARTAWAN :

(P-1) Stop press…!

Siang menjelang, kota masih tenggelam

Para pejuang kemanusiaan tak letih di medan laga mereka

Berjibaku di antara nyawa sendiri dan nyawa sesama manusia

Orang-orang ramai berdoa berjamaah di media sosial, seperti biasa

Tagar-tagar bermunculan bak jamur tumbuh di musim penghujan

Rekening-rekening atas nama kemanusiaan ramai diluncurkan

Oh… Bencana…! Atas namamu riuh-ramai cerita diciptakan

Ramai seperti panen raya yang diperlombakan

Ada yang berlomba tanpa syarat tanpa harap

Ada yang berlomba sebab terpanggil jiwanya

Ada yang berlomba karena memang menginginkan apa-apa

Memang demikianlah adanya, mirip seperti di dalam toko serba ada

Oh… Bencana…! Engkau cantik bagai gadis pesolek di muka kamera

Dan air matamu, adalah komoditi utama bagi kaum pemangsa

Walikota…?! Apa kabarmu Walikota?! Rakyat sudah menunggu.

Walikota…?! Sehat-sehatkah kamu? Walikota…?!


(P-1) : MASUK TIGA ORANG DENGAN UNIFORM ORMAS MEREKA MASING-MASING.


058.  ORMAS :

(P-1) (KEPADA DAN POSKO)  Siang Ndan. Apa benar Walikota sedang menuju kemari?

059.  DAN POSKO :

(P-1) Kami belum tahu.

 

060.  ORMAS :

(P-1) Selain kemari, tempat mana saja yang akan ditinjau?

 

061.  DAN POSKO :

(P-1) Kami tidak diberi tahu.

 

062.  ORMAS :

(P-1) Saya minta tolong, sampaikan kepada Walikota kalau posko kami siap menerima kunjungan beliau.

 

063.  ORMAS :

(P-1) Sampaikan juga, di posko kami sudah menunggu banyak wartawan yang siap meliput.

 

064.  ORMAS :

(P-1) (KEPADA REKAN ORMAS) Wartawan apa? Masa ada? Kok aku...

 

065.  ORMAS :

(P-1) (MENYIKUT REKANNYA)  Ssstt…! Awas… ada… (ISYARAT JARINYA MENUNJUK KE WARTAWAN)

 

066.  ORMAS :

(P-1) Benar Ndan. Posko kami bertiga ada berdekatan. Di sana ramai, Ndan. Banyak pengungsi, banyak wartawan juga. Saya kira sangat pantas ditinjau Walikota.

 

067.  DAN POSKO :

(P-1)  Oh, ya. Berita yang saya terima juga demikian. Justru sepertinya besar kemungkinan bapak Walikota akan meninjau ke tempat kalian lebih dulu. Bukankah kalian ini ormas pendukung utama Walikota? Saya kira bapak Walikota akan memilih datang ke posko kalian lebih dulu.

 

068.  ORMAS :

(P-1) Wahh… betul juga. Kalau begitu kami pamit, Ndan. Selamat siang.

 

(P-1) : ORANG-ORANG ORMAS BERGEGAS PERGI (EXIT) DENGAN EKSPRESI WAJAH BANGGA. DUA RELAWAN MASUK TERGOPOH SAMBIL MELIRIK MEREKA YANG PERGI. SEORANG RELAWAN LANGSUNG BERES-BERES MERAPIKAN POSKO, YANG SEORANG LAGI MELAPOR KE KOMANDAN POSKO.

 

069.  RELAWAN :

(P-1)  Lapor, Ndan. Walikota sudah ada di pos pengungsian. Setelah darisana langsung meninjau ke sini. (MENOLEH KE ARAH JAUH, LALU BERBISIK) Maaf, apa mereka tadi bikin ulah lagi?

 

070.  OPERATOR :

(P-2) Lapor. Baru saja front ormas mendesak kita agar mengagendakan kunjungan Walikota ke posko mereka. Bicaranya setengah marah. Seorang petugas lapang kita yang memantau pos mereka dibentak-bentak.

 

071.  STAFF :

(P-2) Brengsek mereka itu. Kalau sudah begini apa yang bisa kita buat?

 

(P-1) : WALIKOTA MASUK DIIKUTI BEBERAPA ORANG. KOMANDAN POSKO CEPAT MENYAMBUT. WALIKOTA SEGERA MEMERIKSA BERKAS-BERKAS LAPORAN DAN MEMERIKSA PAPAN PETA TERDAMPAK.

 

072.  STAFF :

(P-2) Kita harus pastikan posisi Walikota ada di mana. Dan pastikan rencana titik mana saja yang ditinjau hari ini. Konsolidasikan dengan semua posko kita di lapang. Kemanapun Walikota, perintahkan jangan pernah kasih tahu front ormas.

 

073.  WARTAWAN :

(P-1) (KEPADA WALIKOTA)  Maaf, satu pertanyaan saja.

 

074. WALIKOTA :

(P-1) Boleh. Silakan.

 

075.  WARTAWAN   :

(P-1) Bagaimana kondisi anda? Sehatkah? Baik-baik sajakah?

 

076.  WALIKOTA :

(P-1) (MENGERNYIT HERAN PADA WARTAWAN)  Itu tadi tiga pertanyaan. Kenapa anda bertanya seperti itu?

 

077.  WARTAWAN :

(P-1) Tidak apa-apa. Saya hanya ingin memastikan saja. Sebab saat inisemua orang sedang dalam kondisi shock. Apakah anda juga demikian?

 

078.  WALIKOTA :

(P-1) (TERSENYUM)  Saya kira sekarang semua sudah baik-baik saja. Sudah terkendali semuanya. Terorganisasi dengan baik. Koordinasi di lapang juga baik. Dan saya dalam kondisi baik-baik saja.

 

079.  WARTAWAN :

(P-1) Apakah anda tidak khawatir ini nanti akan meruntuhkan reputasi dan elektabilitas anda. Saya dengar bencana ini telah membuat banyak orang kecewa berat terhadap kerja-kerja anda selama ini, khususnya dalam kebijakan mitigasi bencana.

 

080.  WALIKOTA :

(P-1)  Tidak masalah. Ini bencana. Tidak terkait dengan masalah politik. Skenario mitigasi sedang kami susun berdasarkan fakta-fakta di lapang. Oleh sebab itu saya turun langsung ke lapang, melihat sendiri semua masalahnya ada di mana. Jadi tolong pertanyaannya jangan mengada-ada seperti itu. Anda wartawan media apa?

 

081.  WARTAWAN :

(P-1) (MENUNJUKKAN ID CARD)  Saya dari media “Roda Bisnis”. Media ekonomi dan bisnis.

 

082.  WALIKOTA :

(P-1) (TERSENYUM MENYEMBUBYIKAN KESAL)  Kalau media bisnis kenapa pertanyaan anda politis? Cukup ya, saya masih harus melanjutkan ke tempat yang lain. (KEPADA KOMANDAN POSKO)  Terima kasih sudah bertugas dengan baik. Saya mau lanjut dulu. Selamat siang.  

(EXIT BERSAMA ROMBONGAN)

 

083.  DAN SATGAS :

(P-2) (MASUK)  Selamat siang.

 

084.  STAFF :

(P-2) Selamat siang Pak. Lapor, situasi di lapang cukup terkendali.

 

085.  DAN SATGAS :

(P-2) (MELEPAS UNIFORM, LALU BERGANTI T-SHIRT)  Reputasi bapak Walikota sedang terancam. Sebagian pendukungnya kemungkinan bisa berbalik arah. Yahh…, itu sudah resiko sebagai incumbent. Kita lihat saja nanti bagaimana situasi politik setelah ini. Saya harap beliau tak lagi keras kepala. Mudah-mudahan nanti mau menerima masukan-masukan dari kita. Selama ini Walikota hanya mau mendengar masukan dari Tim Ahli Percepatan Pembangunan yang sudah nyata-nyata mereka hanya bikin blunder saja. Ah, mereka itu apa? Gaji gedhe, gelar akademik setinggi langit, di otaknya cuma proyek dan duit saja.

(MELIRIK KANAN-KIRI) Oh, maaf. Jangan diambil hati. Saya tadi hanya mengkhawatirkan posisi bapak Walikota. Saya ini pendukung setia Bapak, jangan sampai kalah di kontestasi mendatang.  (DUDUK SAMBIL MENYILANG KAKINYA DI ATAS MEJA)

Aduhh… capek sekali. Hemmm….

 

086.  WARTAWAN :

(P-1) Stop press…!

Siang menjelang sore, lidah bencana membiaskan ragam tutur cerita

Walikota sembunyi di wajah pucat-pasi, sedang kerja katanya

Di langit maya, orang-orang berkelahi sendiri

Antara yang memuja dan barisan caci-maki

Dan sekali lagi, air mata menjadi komoditi yang seksi

 

~ FADE OUT (GO TO) BLACK OUT ~

(Bersambung bag. 3)


Support/dukungan /apresiasi:

Klik di sini





Tidak ada komentar:

Posting Komentar